DESAIN DATABASE SISTEM INFORMASI
PENJUALAN BARANG
Sigit Prastawa
STIKOM PGRI Banyuwangi
PENDAHULUAN
Pengolahan
data untuk menghasilkan informasi secara terkomputerisasi, merupakan sarana
yang sangat dibutuhkan saat ini pada berbagai jenis usaha, karena informasi
mampu disajikan dalam waktu yang cepat dan akurat. Informasi yang mampu
disajikan dengan cepat dan akurat mampu menghasilkan pengambilan keputusan yang
cepat dan efektif.Minimarket merupakan jenis usaha yang berorientasi pada laba.
Dengan pengolahan data secara terkomputerisasi, barang yang telah dijual mampu
diketahui secara cepat, berserta keuntungannya. Pengolahan data secara
terkomputerisasi juga mampu membantu dalam mengontrol penyetokan barang,
mengontrol kadaluarsa barang, mengetahui barang
apa yang paling banyak terjual/laku, barang apa yang paling
sedikit terjual/tidak laku, membandingkan antar merkuntuk barang
sejenis yang paling sering dicari, mengetahui tingkat penjualan dari setiap
periode tertentu (hari, bulan, dan tahun) baik disajikan dalam bentuk
angka-angka di sebuah tabel maupun grafik. Dengan keuntungan-keuntungan yang
disebabkan oleh pengolahan data secara terkomputerisasi tersebut, mampu
mempermudah si pemilik minimarketdalam menentukan tindakan apa yang
harus dilakukan ke depannya nanti,dalam membuat kebijakan-kebijakan untuk
memperlancar dan meningkatkan penjualan barang di minimarket-nya.
Berikut ini adalah gambaran proses bisnis yang terjadi pada minimarket “Indomaret”
sukowidi.
LANDASAN TEORI
Pengertian Sistem Informasi
Sistem Informasi dapat didefenisikan sebagai berikut
(Ladjamudin, 2005:13):
- Suatu
sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam
organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
- Sekumpulan
prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi
bagi pengambil keputusan dan/ atau untuk mengendalikan organisasi.
- Suatu
sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan
transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi
dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan.
Pengertian Database
Database atau basisdata di dalam buku Simarmata
& Paryudi (2006:1), sebagai berikut:
- Menurut
Stephens dan Plew (2000), adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan
informasi atau data.
- Menurut
silberschatz, dkk (2002) mendefenisikan basisdata sebagai kumpulan data
berisi informasi yang sesuai untuk sebuah perusahaan.
- Menurut
Ramakrishnan dan Gehrke (2003) menyatakan basisdata sebagai kumpulan data,
umumnya mendeskripsikan aktivitas satu organisasi atau lebih yang
berhubungan.
- Menurut
McLeod, dkk (2001), adalah kumpulan seluruh sumber daya berbasis komputer
milik organisasi.
Perangkat Desain Database
1. Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity relationship (ER) data model didasarkan
pada persepsi terhadap dunia nyata yang tersusun atas kumpulan objek-objek
dasar yang disebut entitas dan hubungan antarobjek (Simarmata & Paryudi,
2006:59). Entitas adalah sesuatu atau objek dalam dunia nyata yang dapat dibedakan
dari objek lain. Misal: mahasiswa, dan matakuliah. Entitas digambarkan dalam
basis data dengan kumpulan atribut. Misalnya: nim, nama, alamat, dan kota.
Relasi adalah hubungan antara beberapa entitas. Misalnya: relasi menghubungkan
mahasiswa dengan mata kuliah yang diambilnya. Struktur logis (skema database)
dapat ditunjukkan secara grafis dengan diagram ER yang dibentuk dari
komponen-komponen berikut :
Gambar 2. Komponen-Komponen Penyusun ERD
2. Pemetaan
kardinalitas
Pemetaan kardinalitas menyatakan jumlah entitas di mana
entitas lain dapat dihubungkan ke entitas tersebut melalui sebuah himpunan
relasi.
- a. One
to One
Sebuah entitas pada A berhubungan dengan paling banyak satu
entitas pada B dan sebuah entitas pada B berhubungan dengan paling banyak satu
entitas pada A.
Contoh :
Pada pengajaran privat, satu guru satu siswa. Seorang guru
mengajar seorang siswa, seorang siswa diajar oleh seorang guru.
Gambar 3. Hubungan One To One.
- a. One
to Many/ Many to One
Sebuah entitas pada A berhubungan dengan lebih dari satu
entitas pada B dan sebuah entitas pada B berhubungan dengan paling banyak satu
entitas pada A, atau sebaliknya (Many to One).
Contoh :
Dalam satu perusahaan, satu bagian mempekerjakan banyak
pegawai. Satu bagian mempekerjakan banyak pegawai, satu pegawai kerja dalam
satu bagian.
Gambar 4. Hubungan One To Many
a. Many
To Many
Sebuah entitas pada A berhubungan dengan lebih dari satu
entitas pada B dan sebuah entitas pada B berhubungan dengan lebih dari satu
entitas pada A.
Contoh:
Dalam universitas, seorang mahasiswa dapat mengambil banyak
mata kuliah.Satu mahasiswa mengambil banyak mata kuliah dan satu mata
kuliah diambil banyak mahasiswa.
Gambar 5. Hubungan Many To Many
PEMBAHASAN
Desain Database Sistem
1. Entity
Relationship Diagram (ERD)
Mapping ERD
a. Pelanggan
(@id_pelanggan, nama, alamat, telp)
b. Barang (@kode_barang,
nama_barang, satuan)
c. Detail_barang
(#kode_barang, #no_suplai, harga_jual)
d. Pemasok (@id_pemasok,
nama, alamat, telp)
e. Pembelian
(@no_beli, tgl_beli, #id_pelanggan)
f. Detail_pembelian
(#no_beli, #kode_barang, jml_beli
g. Penyuplaian
(@no_suplai, tgl_suplai, #id_pemasok)
h. Detail_penyuplaian
(#no_suplai, #kode_barang, harga_suplai, jml_suplai)
i. Barang_rusak
(#kode_barang, #no_suplai, jml_rusak)
Kamus Data
Nama Tabel : pelanggan
Primary Key : id_pelanggan
Foreign Key : –
|
No
|
Nama field
|
Tipe data
|
Panjang
|
|
1
|
id_pelanggan
|
CHAR
|
5
|
|
2
|
nama
|
VARCHAR
|
20
|
|
3
|
alamat
|
VARCHAR
|
30
|
|
4
|
telp
|
VARCHAR
|
15
|
Nama Tabel : barang
Primary Key : kode_barang
Foreign Key : –
|
No
|
Nama field
|
Tipe data
|
Panjang
|
|
1
|
kode_barang
|
CHAR
|
5
|
|
2
|
nama_barang
|
VARCHAR
|
20
|
|
3
|
kuantitas
|
VARCHAR
|
30
|
Nama Table : detail_barang
Primary Key : –
Foreign Key : kode_barang, no_suplai
|
No
|
Nama field
|
Tipe data
|
Panjang
|
|
1
|
id_pelanggan
|
CHAR
|
5
|
|
2
|
no_supply
|
CHAR
|
20
|
|
3
|
harga_jual
|
DOUBLE
|
30
|
Nama Tabel : pemasok
Primary Key : id_pemasok
Foreign Key : –
|
No
|
Nama field
|
Tipe data
|
Panjang
|
|
1
|
id_pemasok
|
CHAR
|
5
|
|
2
|
nama
|
VARCHAR
|
20
|
|
3
|
alamat
|
VARCHAR
|
30
|
|
4
|
telp
|
VARCHAR
|
15
|
Nama Tabel : pembelian
Primary Key : no_nota
Foreign Key : id_pelanggan
|
No
|
Nama field
|
Tipe data
|
Panjang
|
|
1
|
no_nota
|
CHAR
|
5
|
|
2
|
tgl_nota
|
DATE
|
–
|
|
3
|
id_pelanggan
|
VARCHAR
|
5
|
Nama Tabel : detail_pembelian
Primary Key : –
Foreign Key : no_beli, kode_barang
|
No
|
Nama field
|
Tipe data
|
Panjang
|
|
1
|
no_nota
|
CHAR
|
5
|
|
2
|
Kode_barang
|
CHAR
|
5
|
|
3
|
Jumlah_barang
|
INT
|
5
|
Nama Tabel : penyuplaian
Primary Key : no_suplai
Foreign Key : id_pemasok
|
No
|
Nama field
|
Tipe data
|
Panjang
|
|
1
|
no_suplai
|
CHAR
|
5
|
|
2
|
Id_pemasok
|
CHAR
|
5
|
|
3
|
Tgl_suplai
|
DATE
|
–
|
Nama Tabel : detail_penyuplaian
Primary Key : –
Foreign Key : no_suplai, kode_barang
|
No
|
Nama field
|
Tipe data
|
Panjang
|
|
1
|
no_suplai
|
CHAR
|
5
|
|
2
|
kode_pemasok
|
CHAR
|
5
|
|
3
|
harga
|
DOUBLE
|
–
|
|
4
|
jumlah
|
INT
|
–
|
Nama Tabel : barang_rusak
Primary Key : –
Foreign Key : kode_barang, no_suplai
|
No
|
Nama field
|
Tipe data
|
Panjang
|
|
1
|
Kode_barang
|
CHAR
|
5
|
|
2
|
No_suplai
|
CHAR
|
5
|
|
3
|
jumlah
|
INT
|
–
|
Hubungan Antar Tabel
Gambar 8. Hubungan Antar Tabel
PENUTUP
Kesimpulan
1. Dari proses
bisnis, bisa diterjemahkan ke dalam pembentukan diagram ERD.
2. Organisasi/perusahaan
yang bergerak dalam bidang usaha yang sama, belum tentu memiliki diagram ERD
yang sama. Tergantung proses bisnis yang berjalan di dalam organisasi tersebut.
Saran
1. Periksalah
terlebih dahulu ERD yang dihasilkan, jika ada informasi yang hilang dalam
diagram ERD tersebut, kembangkan ERD.
2. Bayangkan
struktur, jenis, maupun konten data ketika dalam melakukan desain database.
Untuk menghasilkan desaindatabase yang baik.
3. Pahami proses
bisnis yang terjadi dalam melakukan desain database.
DAFTAR PUSTAKA
Dharwiyanti, Sri & Wahono, Romi Satria. (2003), Pengantar
Unified Modelling Language
(UML), ilmukomputer.com.
Imbar, Radiant Victor &Tirta, Eric. (2007), Analisa,
Perancangan, dan Implementasi
Sistem Informasi Penjualan Pelumas Studi Kasus: PT. Pro
Roll International, Jurnal
Informatika, Vol 3, No. 1, Hal. 119-149.
Ladjamudin, bin Al-Bahra. (2005), Analisis dan
Desain Sistem Informasi, Graha Ilmu, Yogyakarta.
Simarmata, Janner & Paryudi, Imam. (2006), Basis
Data, Andi Offset, Yogyakarta.