CONTOH
PROSEDUR DAN LEMBAR KERJA IT AUDIT
Di dalam audit ada beberapa
hal-hal yang harus dikontrol seperti pada posedur IT Audit dan pada lembbar
kerja TI Audit, yaitu :
PROSEDUR IT AUDIT
Pada prosedur TI audit ini dapat di Kontrol dengan 3
cara yaitu :
A. kontrol lingkungan:
1. Apakah kebijakan keamanan (security
policy) memadai dan efektif ?
2. Jika data dipegang oleh vendor,
periksa laporan ttg kebijakan dan prosedural yg terikini dari external auditor
3. Jika sistem dibeli dari vendor,
periksa kestabilan financial
4. Memeriksa persetujuan lisen (license agreement)
B. Kontrol keamanan fisik
1. Periksa apakah keamanan fisik
perangkat keras dan penyimpanan data memadai
2. Periksa apakah backup administrator
keamanan sudah memadai (trained,tested)
3. Periksa apakah rencana kelanjutan
bisnis memadai dan efektif
4. Periksa apakah asuransi
perangkat-keras, OS, aplikasi, dan data memadai
C. Kontrol keamanan logical
1. Periksa apakah password memadai dan
perubahannya dilakukan regular
2. Apakah administrator keamanan
memprint akses kontrol setiap user dibawah ini adalah contoh – contohnya :
a. Internal IT Deparment Outputnya
Solusi teknologi meningkat, menyeluruh & mendalam dan Fokus kepada global,
menuju ke standard2 yang diakui.
b. External IT Consultant Outputnya Rekrutmen staff,
teknologi baru dan kompleksitasnya Outsourcing yang tepat dan Benchmark /
Best-Practices
Berikut Ini Ada 6 Contoh Metodologi Audit It, Yaitu :
1. BSI (Bundesamt für Sicherheit in der
Informationstechnik)
2. IT Baseline Protection Manual (IT-
Grundschutzhandbuch )
3. Dikembangkan oleh GISA: German
Information Security Agency
4. Digunakan: evaluasi konsep keamanan & manual
5. Metodologi evaluasi tidak dijelaskan
6. Mudah digunakan dan sangat detail
sekali
7. Tidak cocok untuk analisis resiko
8. Representasi tidak dalam grafik yang mudah dibaca
Lembar Kerja Audit
Lembar Kerja Pemeriksaan Through The Computer
Apakah kebijaksanaan pengamanan
sudah menggunakan aplikasi yang telah memperhatikan prinsip-prinsip umum
kontrol aplikasi yang meliputi :
1. Pemisahaan tugas antara pengguna,
operasi, dan
pengembangan
2. Penggunaan hanya yang berwenang
3. Menjamin data telah divalidasi
4. Menjamin data yang ditransfer benar dan lengkap
5. Tersedianya jejak audit yang memadai
serta penelaahan oleh pihak yang berwenang
6. Tersedianya prosedur restart dan
recovery
SUMBER :
http://ria-ardiza.blogspot.co.id/2015/04/contoh-contoh-prosedur-dan-lembar-kerja.html